Gitar, petiklah nada-nada indah untuk menemani senjaku, petiklah
nada-nada itu disaat matahari kan terbenam menyembunyikan separuh wajahnya
dengan polesan langit yang anggun. Jika kau bersedia dan mulai memainkan nada,
maka aku akan bernyanyi bersama burung-burung yang berkicauan, aku akan
bersenandung ria mengisi melodi indah yang telah kau ciptakan. Diatas langit
senja, kita kan melagu bersama, menciptakan kebahagiaan dalam ciptaan Tuhan. Burung, berkicaulah
untuk menemaniku bernyanyi, kita akan bernyanyi mengiringi kepergian matahari
dan menyambut bulan, atau bernyanyi lebih lama dibawah langit berbintang. Jika
kau bersedia dan mulai berkicau, maka aku akan bernyanyi lebih indah lagi, dan
kita akan membawakan lagu itu dengan sangat indah. Alam kan tersenyum melihat
kita, desiran angin kan ikut berbahagia dan bercerita mengenai lagu itu pada
dunia. Angin, bawalah
lagu ku untuk mementasi dunia, dentingkanlah melodi dawai kepada mereka,
sajikanlah lirik ku dengan indah, lebih indah dari yang ku nyanyikan bersama
burung-burung. Agar mereka dapat ikut tersenyum, merasakan kedamaian dalam
pelukan ruang dan waktu. Jika kau bersedia tuk membawa lagu ku, maka aku akan
lebih bahagia, ku kan bernyanyi lebih lama sampai pagi buta, atau sampai ku
kembali bertemu senja. Aku tak akan lelah, selagi alam masih tersenyum
mendengarkanku bersenandung, selagi kesepian tak lagi ku rasakan.
Langganan:
Komentar (Atom)
PERTANYAAN BERNILAI :-)
" Apakah kita harus bersikaf ridho ketika disakiti oleh orang lain? " Pertanyaan sederhana yang bernilai itu menjadi daya tarikk...
-
" Kita itu sebenernya bukan orang yang begitu istimewa. Tapi, keanehan itu, kegilaan itu, ke tidak warasan itu, kekompakkan itu,...
-
Gitar, petiklah nada-nada indah untuk menemani senjaku, petiklah nada-nada itu disaat matahari kan terbenam menyembunyikan separuh wajahnya...
-
PACARAN, apa yang kamu ketahui tentang kata itu? Pasti, kamu akan menjawab seperti ini : " Ito loh, hubungan cinta kasih antara d...